1. Sejarah Dan Legenda Bromo
Menurut sejarah, gunung bromo sangat berkaitan erat dengan penganut agama hindu. Konon berdasarkan cerita telah terjadi peperangan pada masa kerajaan Majapahit dan akhirnya penduduk pribumi melarikan diri untuk mencari tempat tinggal baru yang sebagian menuju pulau Bali dan sebagian menuju gunung bromo.
Nama Bromo sendiri diambil dari bahasa sanskerta “Brahma” yang berarti dewa utama dari agama hindu. Oleh sebab itu gunung bromo/brahma dipercaya sebagai gunung suci oleh suku tengger.
Asal mula sebutan suku tengger pun berawal dari cerita legenda Joko Seger dan Roro Anteng. Dan untuk mengabadikan sejarah dan legenda itu maka setiap tahunnya diadakan upacara kasada yang berlangsung pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 pada bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
2. Lokasi Gunung Bromo
Jika dilihat dari gambar maps google, gunung bromo berada di tengah – tengah 4 wilayah perbatasan kabupaten di Jawa Timur yakni kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.
Gunung berapi bromo berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Semeru Tengger. Meskipun letak gunung bromo masih satu area Taman Nasional dengan gunung semeru akan tetapi jarak keduanya terpaut cukup jauh. Lokasi gunung bromo berada di sebelah utara gunung semeru yang berjarak ± 18 km jika diukur lurus dari pusat kawah masing – masing gunung berapi tersebut.



