Minggu, 21 Agustus 2022

Suasana di gunung bromo

 



1. Sejarah Dan Legenda Bromo

Menurut sejarah, gunung bromo sangat berkaitan erat dengan penganut agama hindu. Konon berdasarkan cerita telah terjadi peperangan pada masa kerajaan Majapahit dan akhirnya penduduk pribumi melarikan diri untuk mencari tempat tinggal baru yang sebagian menuju pulau Bali dan sebagian menuju gunung bromo.

Nama Bromo sendiri diambil dari bahasa sanskerta “Brahma” yang berarti dewa utama dari agama hindu. Oleh sebab itu gunung bromo/brahma dipercaya sebagai gunung suci oleh suku tengger.

Asal mula sebutan suku tengger pun berawal dari cerita legenda Joko Seger dan Roro Anteng. Dan untuk mengabadikan sejarah dan legenda itu maka setiap tahunnya diadakan upacara kasada yang berlangsung pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 pada bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

2. Lokasi Gunung Bromo

Jika dilihat dari gambar maps google, gunung bromo berada di tengah – tengah 4 wilayah perbatasan kabupaten di Jawa Timur yakni kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Gunung berapi bromo berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Semeru Tengger. Meskipun letak gunung bromo masih satu area Taman Nasional dengan gunung semeru akan tetapi jarak keduanya terpaut cukup jauh. Lokasi gunung bromo berada di sebelah utara gunung semeru yang berjarak ± 18 km jika diukur lurus dari pusat kawah masing – masing gunung berapi tersebut.



 

Selamat datang

 Hai selamat datang di blog saya,terima kasih saya ucapkan karena sudah membuka blog saya. Blog saya berisi tentang kehidupan saya sehari hari 


atmosphere in the Dieng area

 


Dataran Tinggi Dieng, yang banyak orang memanggilnya dengan sebutan “negeri di atas awan”, terletak di wilayah Kabupaten Wonosobo (Dieng Wetan) dan Kabupaten Banjarnegara (Dieng Kulon).

Mengapa disebut negeri di atas awan karena daerah ini berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan sering diselimuti kabut sehingga membuat siapa saja yang berada di daerah tersebut seperti sedang berada di kayangan.

Beberapa artikel dan Hipwee salah satunya, menyebut Dataran Tinggi Dieng sebagai Dataran Tinggi (plateau/plato) terluas kedua yang dihuni oleh manusia setelah Tibet.

Karena berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut pastinya membuat suhu di Dataran Tinggi Dieng sangat menusuk tulang. Pada bulan Juli – Agustus, suhu pagi hari di Dieng bisa sangat rendah.


Tercatat pada bulan Juli 2015, suhu turun sampai ke angka minus 1 derajat Celcius dan di siang hari bersuhu 10 – 15 derajat Celcius. Suhu rendah di pagi hari memunculkan embun beku atau frost yang oleh penduduk lokal sering disebut sebagai bun upas. Butiran salju sering muncul di permukaan tanaman dan ketebalannya bisa sampai 0,5 centimeter.

Dieng juga terkenal dengan anak-anak berambut gimbal. Rambut gimbal mereka tumbuh alami dan dipercaya sudah ada sejak jaman dahulu.

Anak-anak di Dataran Tinggi Dieng yang mempunyai rambut gimbal adalah anak yang tergolong diistimewakan. Bagaimana tidak, rambut gimbal mereka harus dipotong jika si anak sudah menyatakan keinginannya untuk potong rambut.

Jika tidak meminta, tentu saja sangat tidak diperbolehkan. Ketika rambut si anak sudah dipotong, ia akan memiliki rambut normal seperti anak pada umumya.

Memotong rambut gimbal pun tidak boleh sembarangan. Harus ada ritual atau upacara khusus (ruwatan) jika tidak ingin anak tersebut jatuh sakit. Pada pagi hari sebelum ritual, biasanya orang tua akan menanyakan apa saja keinginan anak dan sang orang tua harus bisa memenuhinya. Jika tidak, ritual harus ditunda.





Suasana di gunung bromo

  1. Sejarah Dan Legenda Bromo Menurut sejarah, gunung bromo sangat berkaitan erat dengan penganut agama hindu. Konon berdasarkan cerita tel...